<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>...tribute to Bunda Fatimah...</title>
	<atom:link href="http://defatimah.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://defatimah.wordpress.com</link>
	<description>the best woman in the world</description>
	<lastBuildDate>Mon, 13 Apr 2009 13:23:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='defatimah.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/c3c8f10b75a421c8e9dde37a43473ec0?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>...tribute to Bunda Fatimah...</title>
		<link>http://defatimah.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://defatimah.wordpress.com/osd.xml" title="...tribute to Bunda Fatimah..." />
	<atom:link rel='hub' href='http://defatimah.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Deteksi Kanker Mulut Rahim Bagi Orang Awam</title>
		<link>http://defatimah.wordpress.com/2009/04/13/deteksi-kanker-mulut-rahim-bagi-orang-awam/</link>
		<comments>http://defatimah.wordpress.com/2009/04/13/deteksi-kanker-mulut-rahim-bagi-orang-awam/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Apr 2009 13:23:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ima Fatimah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://defatimah.wordpress.com/?p=40</guid>
		<description><![CDATA[Kanker badan rahim acap dikaitkan dengan sperma, padahal penyebab yang utama adalah tidak ada keseimbangan antara hormon estrogen dengan progesteron pada wanita. Untuk wanita yang mengidap penyakit ini tentu saja ia harus berhati-hati. Kanker leher rahim atau kanker mulut rahim berbeda dengan kanker badan rahim meski keduanya sama-sama ganas dan terletak di rahim. Kanker badan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=defatimah.wordpress.com&amp;blog=6422038&amp;post=40&amp;subd=defatimah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kanker badan rahim acap dikaitkan dengan sperma, padahal penyebab yang utama adalah tidak ada keseimbangan antara hormon estrogen dengan progesteron pada wanita. Untuk wanita yang mengidap penyakit ini tentu saja ia harus berhati-hati.<span id="more-40"></span></p>
<p>Kanker leher rahim atau kanker mulut rahim berbeda dengan kanker badan rahim meski keduanya sama-sama ganas dan terletak di rahim. Kanker badan rahim memiliki prevalensi lebih rendah ketimbang kanker leher rahim. Salah satu gejala yang lebih sering ditemukan pada kanker badan rahim adalah haid yang tidak normal dan dalam jumlah yang banyak.</p>
<p>Kedua penyakit ini sering membingungkan masyarakat awam, karena penyakit itu sama-sama di sekitar rahim. Di dunia kedokteran. yang dimaksud kanker leher rahim adalah kanker yang letaknya di mulut rahim atau kanker serviks. Sementara kanker rahim, pada hakekatnya adalah kanker yang terdapat pada badan rahim.</p>
<p>Prevalensi penyakit ini cukup kecil yaitu 20 sampai 30 penderita per tahun pada wanita yang berobat ke RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Berbeda dengan penderita penyakit kanker leher rahim bisa mencapai 200 penderita per tahun di rumah sakit yang sama.</p>
<p>Kanker badan rahim menurut Dr. Andriyono, pakar Kandungan dan Kebidanan dari FKUI/RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta, merupakan kanker yang timbul pada badan rahim secara primer. Kanker radang rahim yang banyak dijumpai ada kanker yang berasal dari kelenjar selaput lendir rahim (endemetrium).</p>
<p>Pada kanker badan rahim biasanya jaringannya mudah rapuh dan rontok bagaikan bubur nasi. Bila dikerok akan terdapat bagian-bagian yang busuk. Risiko penderita kanker ini antara lain sulit mendapatkan anak, diabetes melitus dan hipertensi. Ini karena wanita di masa haid memiliki hormon estrogen yang tinggi tanpa diimbangi dengan hormon progesteron sehingga menimbulkan pertumbuhan endemetrium secara berlebih (hiperplasi).</p>
<p>Adapun hormon estrogen merupakan hormon yang dibentuk pada indung telur yang dapat menimbulkan masa keaktifan seksual pada waktu-waktu tertentu. Sedangkan progesteron merupakan hormon wanita yang dihasilkan badan kuning indung telur yang menimbulkan stadium sekresi selaput lendir rahim pada daur haid.</p>
<p>Ada tiga tahap hiperplasi dari keadaan demikian. Ketiga tahapan ini waktunya tidak dapat diketahui dan merupakan lesi sebelum timbulnya kanker atau pra kanker. Ketiga tahap tersebut antara lain hiperplasi sistika, adenomatosa, dan atipia. Baru setelah itu muncul kankernya. Gejala dari kanker ini terjadi ketika perdarahan pada masa haid atau setelah selesai haid. Perdarahan itu berlangsung lama dan banyak keluarnya.</p>
<p>Bila terjadi demikian, biasanya dokter akan mendiagnosa dengan melakukan kurets yaitu mengambil daging dari jaringan endometrium. Setelah itu diperiksa di laboratoruim patologi anatomi sehingga bisa dilihat pertumbuhan jaringannya yang berlebihan. Atau juga kelainan penyakit lain.</p>
<p>Sulit juga mendeteksi kanker ini, karena letaknya di dalam kandungan. Berbeda dengan kanker leher rahim yang cukup dilakukan dengan papsmear &#8212; suatu pemeriksaan sederhana dan terpercaya pada sel tubuh untuk menentukan kelainan dan mendeteksi adanya kelainan pada leher rahim, seperti kanker leher rahim. Setelah kurets, ada juga cara lain, namun hasilnya kurang memuaskan. Cara itu adalah sitologi endometrium yaitu dengan cara memasukan cairan ke dalam rahim kemudian dari cairan itu tadi diamati.</p>
<p>Pencegahan yang perlu dilakukan adalah dengan memperhatikan beberapa hal, terutama berkaitan dengan wanita yang telah disebutkan di atas. Bila terjadi menstruasi secara tidak teratur lebih dari tiga bulan segeralah periksa ke dokter untuk memastikan kelainan pada uterus (rahim).</p>
<p>Ada tips yang perlu pula diperhatikan. Pertama, hindari pengobatan hormonal yang mengandung banyak estrogen, terutama pada wanita yang sulit memiliki anak. Kalau dia amat memerlukannya, ia tetap harus melalui pengawasan dokter. Kedua, hindari obesitas (kegemukan), karena pada wanita yang gemuk hormon estrogen bisa tinggi. Ketiga, bagi penderita diabetes melitus dan hipertensi perlu dikontrol agar terhindar dari penyakit ini.</p>
<p>Sementara itu, kanker leher rahim menurut pakar andrologi dari Universitas Indonesia, Dr. Wahyuning Ramelan, ada kecenderungan dipengaruhi oleh sperma. Tetapi kata dia, penelitian mengenai keterkaitannya masih sedang diteliti oleh para ahli hingga sekarang. Secara epidemilogi (ilmu tentang timbulnya penyakit di kalangan masyarakat) kanker leher rahim pada wanita disebabkan beberapa faktor.</p>
<p>Pertama, kecenderungan lebih mudah terjadi pada wanita yang melakukan hubungan seksual pada usia muda seperti wanita di usia 15 tahun. Kedua, lebih banyak terjadi pada mereka yang memiliki lebih dari satu pasangan, karena sperma yang masuk terdiri dari beberapa orang. Hingga sekarang belum dapat dibuktikan adanya zat-zat dalam sperma yang merangsang munculnya kanker di rahim.</p>
<p>Penelitian di luar negeri maupun dalam negeri tetap dilakukan, kata Dr. Wahyuning Ramelan, namun belum ada hasilnya. Karena sperma itu berada di dalam cairan yang disebut semen dan di dalamnya terkandung berbagai macam zat, harus diperiksa satu per satu zat mana yang merangsang munculnya kanker di leher rahim.<br />
materi referensi:<br />
semoga dapat membantu anda</p>
<br />Posted in Kesehatan  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/defatimah.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/defatimah.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/defatimah.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/defatimah.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/defatimah.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/defatimah.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/defatimah.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/defatimah.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/defatimah.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/defatimah.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/defatimah.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/defatimah.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/defatimah.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/defatimah.wordpress.com/40/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=defatimah.wordpress.com&amp;blog=6422038&amp;post=40&amp;subd=defatimah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://defatimah.wordpress.com/2009/04/13/deteksi-kanker-mulut-rahim-bagi-orang-awam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7bc9ba1a947df334a0b9f30a2ff47c71?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">defatimah2009</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Untuk Para Pria Yang Ingin Memahami Kami</title>
		<link>http://defatimah.wordpress.com/2009/03/16/untuk-para-pria-yang-ingin-memahami-kami/</link>
		<comments>http://defatimah.wordpress.com/2009/03/16/untuk-para-pria-yang-ingin-memahami-kami/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Mar 2009 12:55:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ima Fatimah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://defatimah.wordpress.com/?p=37</guid>
		<description><![CDATA[Pria-pria selalu bilang, kalau memahami wanita itu sulit…Masa sih? Konon naik turunnya emosi wanita lah yang membuat para pria jadi mengerutkan dahi menghadapi lawan jenisnya ini. Menurut para ahli, wanita memiliki ketidakstabilan hormon, inilah yang jadi salah satu pemicu timbulnya hubungan yang kurang harmonis dengan lingkungan sekitarnya, termasuk pada pria pasangannya. Apa ini sepenuhnya benar? [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=defatimah.wordpress.com&amp;blog=6422038&amp;post=37&amp;subd=defatimah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pria-pria selalu bilang, kalau memahami wanita itu sulit…Masa sih? Konon naik turunnya emosi wanita lah yang membuat para pria jadi mengerutkan dahi menghadapi lawan jenisnya ini. Menurut para ahli, wanita memiliki ketidakstabilan hormon, inilah yang jadi salah satu pemicu timbulnya hubungan yang kurang harmonis dengan lingkungan sekitarnya, termasuk pada pria pasangannya.</p>
<p><strong> Apa ini sepenuhnya benar? </strong><span id="more-37"></span></p>
<p>Untuk mengenali dan mengatasi &#8216;gangguan&#8217; kadar hormon yang &#8216;naik turun&#8217; ini, berikut catatan menarik buat Anda agar bisa mengatasinya</p>
<p><strong> Minggu -1 : Minggu Setelah Haid </strong></p>
<p>Pada minggu ini, setelah haid selesai, fluktuasi hormon estrogen mulai naik. Maka secara psikologis Anda bakal merasa lebih percaya diri, bersemangat dalam menghadapi aktifitas harian Anda. Jadi, manfaatkanlah kondisi menyenangkan ini untuk merencanakan beberapa rencana Anda yang sempat tertunda. Misalnya, menyelesaikan pekerjaan kantor yang terbengkalai atau membereskan urusan keluarga yang tertunda.</p>
<p><strong> SARAN: </strong>Pada kondisi ini biasanya kulit Anda sedang dalam kondisi sensitif. Jadi, rawatlah kulit dengan hati-hati dan hindari perawatan yang kecantikan yang menimbukan rasa sakit, seperti waxing atau peeling wajah.</p>
<p><strong> Minggu ke &#8211; 2 : Masa ovulasi </strong></p>
<p>Inilah saat hormon estrogen berada pada titik puncak dan produksi hormon progesteron juga meningkat. Efek psikologis yang Anda rasakan saat ini adalah merasa diri sangat seksi, sensual dan penuh gairah. Tak heran jika pada kondisi ini Anda bisa sangat menikmati hubungan cinta bersama pasangan dan sekaligus terlihat menarik bagi pasangan. Manfaatkanlah kondisi ini untuk menebarkan pesona dan energi positif Anda kepada semua orang. Dengan begitu semua orang akan lebih menyukai Anda.</p>
<p><strong> SEBAGAI SARAN</strong>: Belilah parfum! Sebab pada minggu ini indra penciuman Anda sedang dalam keadaan yang sangat baik. Satu lagi, bagi yang belum ingin memiliki momongan, jangan lalai memakai kontrasepsi karena saat ini Anda sedang sangat subur.</p>
<p><strong> Minggu ke -3 : PMS </strong></p>
<p>Jumlah hormon esterogen mulai menurun dan fluktuasi hormon progesteron mulai tidak stabil. Anda mulai merasakan hal-hal yang tidak menyenangkan, seperti mudah jengkel, marah, cepat merasa frustasi dan mudah menangis. Nah, kalau sudah begini lebih baik hindari beraktifitas pada jam-jam sibuk dan hal-hal yang bisa membangkitkan emosi Anda.</p>
<p><strong> SEBAGAI SARAN</strong>: Perbanyak makanan yang mengandung kalsium dan magnesium, manjakan diri sendiri dengan relaksasi serta hindari kafein agar gejala PMS tak semakin parah. Melakukan Waxing dan peeling wajah juga dianjurkan.</p>
<p><strong> Minggu ke &#8211; 4 : Masa Menstruasi </strong></p>
<p>Pada kondisi ini, semua hormon dalam tubuh sedang dalam kondisi rendah atau &#8216;tidur&#8217;. Jadi tak heran jika Anda lebih sering merasa lelah dan selalu ingin berbaring atau tiduran. Usahakan untuk banyak beristirahat agar tubuh dapat melakukan regenerasi.</p>
<p><strong> SEBAGAI SARAN:</strong> Silahkan menyantap banyak cokelat, karena makanan lezat ini bisa membantu tubuh Anda melepaskan hormon serotonin yang menimbulkan rasa gembira dan riang.</p>
<br />Posted in Wanita  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/defatimah.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/defatimah.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/defatimah.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/defatimah.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/defatimah.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/defatimah.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/defatimah.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/defatimah.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/defatimah.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/defatimah.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/defatimah.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/defatimah.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/defatimah.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/defatimah.wordpress.com/37/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=defatimah.wordpress.com&amp;blog=6422038&amp;post=37&amp;subd=defatimah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://defatimah.wordpress.com/2009/03/16/untuk-para-pria-yang-ingin-memahami-kami/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7bc9ba1a947df334a0b9f30a2ff47c71?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">defatimah2009</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Empati</title>
		<link>http://defatimah.wordpress.com/2009/02/28/empati/</link>
		<comments>http://defatimah.wordpress.com/2009/02/28/empati/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Feb 2009 09:31:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ima Fatimah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sekitar Kita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://defatimah.wordpress.com/?p=35</guid>
		<description><![CDATA[Suatu malam, sepulang kerja, saya mampir  di sebuah restoran cepat saji di kawasan Bintaro. Suasana sepi. Di luar hujan. Semua pelayan sudah berkemas. Restoran hendak tutup. Tetapi mungkin melihat  wajah saya yang memelas karena lapar, salah seorang dari mereka memberi aba-aba untuk tetap melayani. Padahal, jika mau, bisa saja mereka  menolak. Sembari makan saya mulai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=defatimah.wordpress.com&amp;blog=6422038&amp;post=35&amp;subd=defatimah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suatu malam, sepulang kerja, saya mampir  di sebuah restoran cepat saji di kawasan Bintaro. Suasana sepi. Di luar hujan. Semua pelayan sudah berkemas. Restoran hendak tutup. Tetapi mungkin melihat  wajah saya yang memelas karena lapar, salah seorang dari mereka memberi aba-aba untuk tetap melayani. Padahal, jika mau, bisa saja mereka  menolak.<span id="more-35"></span></p>
<p>Sembari makan saya mulai mengamati kegiatan para pelayan  restoran. Ada yang menghitung uang, mengemas peralatan masak, mengepel lantai  dan ada pula yang membersihkan dan merapikan meja-meja yang berantakan.</p>
<p>Saya membayangkan rutinitas kehidupan mereka seperti itu  dari hari ke hari. Selama ini hal tersebut luput dari perhatian saya. Jujur saja, jika menemani anak-anak makan di restoran cepat saji seperti ini, saya  tidak terlalu hirau akan keberadaan mereka. Seakan mereka antara ada dan  tiada. Mereka ada jika saya membutuhkan bantuan dan mereka serasa tiada jika saya terlalu asyik menyantap makanan.</p>
<p>Namun malam itu saya bisa  melihat sesuatu yang selama ini seakan tak terlihat. Saya melihat bagaimana  pelayan restoran itu membersihkan sisa-sisa makanan di atas meja. Pemandangan yang sebenarnya biasa-biasa saja. Tetapi, mungkin karena malam itu mata hati saya yang melihat, pemandangan tersebut menjadi istimewa.</p>
<p>Melihat  tumpukan sisa makan di atas salah satu meja yang sedang dibersihkan, saya bertanya-tanya dalam hati: siapa sebenarnya yang baru saja bersantap di meja  itu? Kalau dilihat dari sisa-sisa makanan yang berserakan, tampaknya  rombongan yang cukup besar. Tetapi yang menarik perhatian saya adalah  bagaimana rombongan itu meninggalkan sampah bekas makanan.</p>
<p>Sungguh  pemandangan yang menjijikan. Tulang-tulang ayam berserakan di atas meja. Padahal ada kotak-kotak karton yang bisa dijadikan tempat sampah. Nasi di sana-sini. Belum lagi di bawah kolong meja juga kotor oleh tumpahan remah-remah. Mungkin rombongan itu membawa anak-anak. Meja tersebut bagaikan ladang pembantaian. Tulang belulang berserakan. Saya tidak habis pikir bagaimana mereka begitu tega meninggalkan sampah berserakan seperti itu. Tak terpikir oleh mereka betapa sisa-sisa makanan yang menjijikan itu harus dibersihkan oleh seseorang, walau dia seorang pelayan sekalipun.</p>
<p>Sejak malam itu saya mengambil keputusan untuk membuang sendiri sisa makanan jika bersantap di restoran semacam itu. Saya juga meminta anak-anak melakukan hal yang sama. Awalnya  tidak mudah. Sebelum ini saya juga pernah melakukannya. Tetapi perbuatan saya itu justru menjadi bahan tertawaan teman-teman. Saya dibilang sok kebarat-baratan. Sok menunjukkan pernah keluar negeri. Sebab di banyak negara, terutama di  Eropa dan Amerika, sudah jamak pelanggan membuang sendiri sisa makanan ke tong sampah. Pelayan terbatas karena tenaga kerja mahal.</p>
<p>Sebenarnya tidak terlalu sulit membersihkan sisa-sisa makanan kita. Tinggal meringkas lalu membuangnya di tempat sampah. Cuma butuh beberapa menit. Sebuah perbuatan kecil. Tetapi jika semua orang melakukannya, artinya akan besar sekali bagi para pelayan restoran.</p>
<p>Saya pernah membaca sebuah buku tentang perbuatan kecil yang punya arti besar. Termasuk kisah seorang bapak yang mengajak anaknya untuk membersihkan sampah di sebuah tanah kosong di kompleks rumah mereka. Karena setiap hari warga kompleks melihat sang bapak dan anaknya membersihkan sampah di situ, lama-lama mereka malu hati untuk membuang sampah disitu.</p>
<p>Belakangan seluruh warga bahkan tergerak untuk mengikuti jejak sang bapak itu dan ujung-ujungnya lingkungan perumahan menjadi bersih dan sehat. Padahal tidak ada satu kata pun dari bapak tersebut. Tidak ada slogan, umbul-umbul, apalagi spanduk atau baliho. Dia hanya memberikan keteladanan. Keteladanan kecil yang berdampak besar.</p>
<p>Saya juga pernah membaca cerita tentang kekuatan senyum. Jika  saja setiap orang memberi senyum kepada paling sedikit satu orang yang dijumpainya hari itu, maka dampaknya akan luar biasa. Orang yang mendapat senyum akan merasa bahagia. Dia lalu akan tersenyum pada orang lain yang dijumpainya. Begitu seterusnya, sehingga senyum tadi meluas kepada banyak orang. Padahal asal mulanya hanya dari satu orang yang tersenyum.</p>
<p>Terilhami oleh sebuah cerita di sebuah buku &#8220;Chiken Soup&#8221;, saya kerap membayar karcis tol bagi mobil di belakang saya. Tidak perduli siapa di belakang. Sebab dari cerita di buku itu, orang di belakang saya pasti akan merasa mendapat kejutan. Kejutan yang menyenangkan. Jika hari itu dia bahagia, maka harinya yang indah akan membuat dia menyebarkan virus kebahagiaan tersebut kepada orang-orang yang dia temui hari itu. Saya berharap virus itu dapat menyebar ke banyak orang.</p>
<p>Bayangkan jika Anda memberi pujian yang tulus bagi minimal  satu orang setiap hari. Pujian itu akan memberi efek berantai ketika orang yang Anda puji merasa bahagia dan menularkan virus kebahagiaan tersebut kepada orang-orang di sekitarnya. Anak saya yang di SD selalu mengingatkan jika saya lupa mengucapkan kata &#8220;terima kasih&#8221; saat petugas jalan tol memberikan karcis dan uang kembalian. Menurut dia, kata  &#8221;terima kasih&#8221; merupakan &#8220;magic words&#8221; yang akan membuat orang lain senang.  Begitu juga kata &#8220;tolong&#8221; ketika kita meminta bantuan orang lain, misalnya  pembantu rumah tangga kita.</p>
<p>Dulu saya sering marah jika ada angkutan  umum, misalnya bus, mikrolet, bajaj, atau angkot seenaknya menyerobot mobil saya. Sampai suatu hari istri saya  mengingatkan bahwa saya harus berempati pada mereka. Para supir kendaraan umum itu harus  berjuang untuk mengejar setoran. &#8220;Sementara kamu kan tidak mengejar setoran?&#8221; Nasihat itu diperoleh istri saya dari sebuahtulisan almarhum Romo Mangunwijaya. Sejak saat itu, jika ada kendaraan umum yang menyerobot seenak udelnya, saya segera teringat nasihat istri tersebut.</p>
<p>Saya membayangkan, alangkah indahnya hidup kita jika kita  dapat membuat orang lain bahagia. Alangkah menyenangkannya jika kita bisa berempati pada perasaan orang lain. Betapa bahagianya jika kita menyadari dengan membuang sisa makanan kita di restoran cepat saji, kita sudah meringankan pekerjaan pelayan restoran.</p>
<p>Begitu juga dengan tidak membuang karcis tol begitu  saja setelah membayar, kita sudah meringankan beban petugas kebersihan. Dengan tidak membuang permen karet sembarangan, kita sudah menghindari orang dari perasaan kesal karena sepatu atau celananya lengket kena permen  karet.</p>
<p>Kita sering mengaku bangsa yang berbudaya tinggi tetapi berapa banyak di antara kita yang ketika berada di tempat-tempat publik, ketika membuka pintu, menahannya sebentar dan menoleh ke belakang untuk berjaga-jaga apakah ada orang lain di belakang kita? Saya pribadi sering melihat orang yang membuka pintu lalu melepaskannya begitu saja tanpa perduli orang di belakangnya terbentur oleh pintu tersebut.</p>
<p>Jika kita mau, banyak hal kecil bisa kita lakukan. Hal yang tidak memberatkan kita tetapi besar artinya bagi orang lain. Mulailah dari hal-hal kecil-kecil. Mulailah dari diri Anda lebih dulu. Mulailah sekarang  juga. (Andy F Noya)</p>
<br />Posted in Sekitar Kita  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/defatimah.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/defatimah.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/defatimah.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/defatimah.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/defatimah.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/defatimah.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/defatimah.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/defatimah.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/defatimah.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/defatimah.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/defatimah.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/defatimah.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/defatimah.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/defatimah.wordpress.com/35/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=defatimah.wordpress.com&amp;blog=6422038&amp;post=35&amp;subd=defatimah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://defatimah.wordpress.com/2009/02/28/empati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7bc9ba1a947df334a0b9f30a2ff47c71?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">defatimah2009</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Melawan Rasa Takut Akan Penolakan</title>
		<link>http://defatimah.wordpress.com/2009/02/17/melawan-rasa-takut-akan-penolakan/</link>
		<comments>http://defatimah.wordpress.com/2009/02/17/melawan-rasa-takut-akan-penolakan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Feb 2009 13:51:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ima Fatimah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bicara Cinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://defatimah.wordpress.com/?p=28</guid>
		<description><![CDATA[Membaca tulisan ini di sebuah forum diskusi, mengingatkanku pada sebuah situasi, hihihi. Mungkin aku akan mengatakan &#8220;Lucu,&#8221; sekiranya dalam waktu dekat dia menolakku. Inilah masalah Anda. Anda ketakutan. Anda tidak dapat menyatakan cinta Anda terhadap dia. Mengapa? Karena Anda takut ditolak !! Cinta itu Anda pendam. Anda memendamnya terus dan pada suatu saat Anda jatuh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=defatimah.wordpress.com&amp;blog=6422038&amp;post=28&amp;subd=defatimah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Membaca tulisan ini di sebuah forum diskusi, mengingatkanku pada sebuah situasi, hihihi. Mungkin aku akan mengatakan &#8220;Lucu,&#8221; sekiranya dalam waktu dekat dia menolakku.</p>
<p><img class="size-medium wp-image-29 alignnone" title="brokenheart1" src="http://defatimah.files.wordpress.com/2009/02/brokenheart1.jpg?w=103&#038;h=103" alt="brokenheart1" width="103" height="103" /></p>
<p><em>Inilah masalah Anda.</em></p>
<p><em>Anda ketakutan.</em></p>
<p><em>Anda tidak dapat menyatakan cinta Anda terhadap dia.</em></p>
<p><em>Mengapa?</em><span id="more-28"></span></p>
<p><em>Karena Anda takut ditolak !!</em></p>
<p><em>Cinta itu Anda pendam.</em></p>
<p><em>Anda memendamnya terus dan pada suatu saat Anda jatuh sakit.</em></p>
<p><em>Anda merasa jenuh dengan kehidupan.</em></p>
<p><em>Rasa jenuh yang berkepanjangan membuat anda menjadi lemah dan kelemahan mendorong Anda untuk bunuh diri.</em></p>
<p><em>Setiap saat, muncul saja keinginan untuk menghabisi nyawa Anda sendiri.</em></p>
<p><em>Jadilah seorang satria sejati.</em></p>
<p><em>Ambillah risiko.</em></p>
<p><em>Katakan pada dia bahwa Anda mencintainya.</em></p>
<p><em>Mengapa harus peduli apakah cinta Anda diterima atau ditolak?</em></p>
<p><em>Cinta bukan komoditi perdagangan.</em></p>
<p><em>Hendaknya Anda tidak selalu memikirkan timbal balik.</em></p>
<p><em>Renungkan sejenak: jika dia mendapatkan kebahagiaan di samping orang lain dan ia menolak cinta Anda, mengapa anda menjadi sedih, mengapa cemburu?</em></p>
<p><em>Apabila anda mencintai dia, bukankah kebahagiaan dia merupakan kebahagiaan anda pula?</em></p>
<p><em>Lantas, penolakan dia mengapa harus membuat anda merasa terpukul?</em></p>
<p><em>Pertama-tama, temukan arti cinta bagi diri Anda sendiri baru kemudian nyatakan cinta Anda terhadap orang lain.</em></p>
<p><em>Cinta itu indah dan keindahannya adalah bahwa begitu anda kenal cinta, Anda akan berhenti menuntut.</em></p>
<p><em>Setiap dan semua sel dalam tubuh Anda akan tergetar oleh Energi Cinta, Energi Kasih.</em></p>
<p><em>Anda menjadi Cinta, Anda menjadi Kasih itu sendiri.</em></p>
<p><em>Lantas, siapa yang harus menuntut apa dari siapa? Yang mencintai itu adalah Cinta, yang dicintai pun adalah Cinta.</em></p>
<p><em>Cinta &#8211; kasih tidak pernah menuntut.</em></p>
<p><em>Rupanya Anda tidak percaya pada diri sendiri.</em></p>
<p><em>Anda mencintai seseorang dan takut ditolak, anda menciptakan sebuah skenario.</em></p>
<p><em>Anda menyewa orang untuk berpura-pura menggoda dia, pua-pura berusaha untk memperkosanya.</em></p>
<p><em>Lantas Anda muncul bagaikan seorah pahlawan dalam cerita sinetron.</em></p>
<p><em>Anda menjadi Malaikat Penyelamat.</em></p>
<p><em>Anda menyelamatkan sang gadis dan sekarang ia berobligasi terhadap anda.</em></p>
<p><em>Apabila ia membiarkan dirinya dipeluk oleh anda, ketahuilah bahwa pelukan itu hasil penipuan.</em></p>
<p><em>Anda tidak berhasil, karena sebenarnya Anda tidak mendapatkan cinta.</em></p>
<p><em>Anda telah mencurinya.</em></p>
<p><em>Anda telah membelinya.</em></p>
<p><em>Anda telah merendahkan derajat cinta, cinta telah Anda jadikan suatu komoditas perdagangan.</em></p>
<p><em>Anda hidup dalam ketakutan, mengapa Anda harus takut?</em></p>
<p><em>Mengapa Anda harus bermain sandiwara?</em></p>
<p><em>Datangilah dia, katakan bahwa Anda mencintainya.</em></p>
<p><em>Apabila ada sedikit pun kesungguhan dalam cinta anda, ia akan pasti merasakan getaran kasih Anda.</em></p>
<p><em>Anda tidak perlu bicara panjang lebar, dia akan memahami bahasa hati Anda, bahasa cinta Anda.</em></p>
<p><em>Cinta tidak tergantung pada kata-kata.</em></p>
<p><em>Mungkin Anda sendiri belum merasakan adanya kesungguhan dalam cinta Anda.</em></p>
<p><em>Karena itu Anda bermain sandiwara.</em></p>
<p><em>Anda pengecut, Anda penipu.</em></p>
<p><em>Seseorang yang takut, akan menggunakan tipu muslihat.</em></p>
<p><em>Seorang pengecut tidak bisa menjadi pencinta.</em></p>
<p><em>Jalan cinta diperuntukkan bagi para satria, para pemberani.</em></p>
<p><em>Buanglah jauh-jauh rasa takut yang menghantui Anda.</em></p>
<p><em>Jadilah seorang pemberani, dan anda akan menemukan bahwa Anda telah mengambil langkah pertama menuju kehidupan dalam kasih, dalam cinta.</em></p>
<p><em>Apa gunanya hidup ini tanpa cinta?</em></p>
<p><em>Lakukan saat ini juga!!</em></p>
<br />Posted in Bicara Cinta  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/defatimah.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/defatimah.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/defatimah.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/defatimah.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/defatimah.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/defatimah.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/defatimah.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/defatimah.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/defatimah.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/defatimah.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/defatimah.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/defatimah.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/defatimah.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/defatimah.wordpress.com/28/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=defatimah.wordpress.com&amp;blog=6422038&amp;post=28&amp;subd=defatimah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://defatimah.wordpress.com/2009/02/17/melawan-rasa-takut-akan-penolakan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7bc9ba1a947df334a0b9f30a2ff47c71?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">defatimah2009</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://defatimah.files.wordpress.com/2009/02/brokenheart1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">brokenheart1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Benarkah Kita Sudah Mengenal Diri Sendiri?</title>
		<link>http://defatimah.wordpress.com/2009/02/13/benarkah-kita-sudah-mengenal-diri-sendiri/</link>
		<comments>http://defatimah.wordpress.com/2009/02/13/benarkah-kita-sudah-mengenal-diri-sendiri/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Feb 2009 13:15:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ima Fatimah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tafakur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://defatimah.wordpress.com/?p=19</guid>
		<description><![CDATA[Benarkah Kita Sudah Mengenal Diri Sendiri? Dalam pergaulan kerap ditemui orang yang persepsi tentang dirinya sendiri tidak klop dengan kenyataan. Tapi umumnya orang mengatakan, saya paham betul siapa dirinya. Semakin tua orang diharapkan semakin matang. Bisa diibaratkan seperti bawang, yang terkelupas kulitnya satu per satu, sehingga tidak perlu membentengi dirinya dengan segala macam kebohongan atau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=defatimah.wordpress.com&amp;blog=6422038&amp;post=19&amp;subd=defatimah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-21" style="margin-left:5px;margin-right:5px;" title="magical-weave-mirror" src="http://defatimah.files.wordpress.com/2009/02/magical-weave-mirror.jpg?w=122&#038;h=95" alt="magical-weave-mirror" width="122" height="95" />Benarkah Kita Sudah Mengenal Diri Sendiri?   Dalam pergaulan kerap ditemui orang yang persepsi tentang dirinya sendiri tidak klop dengan kenyataan. Tapi umumnya orang mengatakan, saya paham betul siapa dirinya.<span id="more-19"></span></p>
<p>Semakin tua orang diharapkan semakin matang. Bisa diibaratkan seperti bawang, yang terkelupas kulitnya satu per satu, sehingga tidak perlu membentengi dirinya dengan segala macam kebohongan atau kepura-puraan. Ia tak perlu topeng, sehingga hidupnya lebih enak, lebih ringan, karena menjadi diri sendiri.</p>
<p>Tapi tidak demikian dengan Bu Intan. Ia tak pernah menampilkan diri apa adanya. Wanita pintar berambut lebat ini lebih suka menarik diri dari pergaulan karena tidak bisa berbahasa Inggris.</p>
<p>“Dibanding teman-teman, saya bukan apa-apa,” katanya. Ia minder, merasa dirinya tidak pantas diperhitungkan dan tempatnya di belakang, karena tidak pernah bisa berkomunikasi jika ada tamu bule. Maka Bu Intan selalu menyingkir atau pura-pura sakit jika harus bertemu orang dari negara lain.</p>
<p>Padahal teman-temannya tidak pernah menganggapnya remeh. Bu Intan bahkan sangat disukai dan dihormati, karena ia orang yang paling teliti dalam pekerjaan. Ia juga pendengar yang baik, sehingga menjadi tempat curhat teman-temannya.</p>
<p>Sayangnya hal-hal positif itu tidak dianggapnya penting, dan dia lebih menampilkan dirinya sebagai orang yang nilainya lebih rendah. Padahal, banyak orang lain yang tidak bisa bahasa Inggris tetap sukses dalam pekerjaan dan pergaulan.</p>
<p>Ini berkebalikan dengan Pak Badu, sebutlah begitu. Anak muda yang belum lama masuk dunia politik ini, menilai dirinya terlalu besar. Dengan posisi politik dan kedudukannya sebagai anggota DPR, ia mengira bisa mengatur negara dan menentukan ini itu seperti yang diinginkannya.</p>
<p>Di hadapan rekan-rekannya dalam suatu acara reuni misalnya, dia bisa berkata, “Oh, gampang itu. Saya akan atur nanti supaya si Itu dilepaskan dari kabinet dan diganti dengan si Ini.”</p>
<p>Dalam acara dengar pendapat dengan seorang penegak hukum yang reputasi, integritas, dan moralnya sangat bagus dia berkata, “Saya ingin menguji Saudara….,” atau bahkan, “Saya ingin menasihati Saudara….”</p>
<p>Mendengar itu semua, teman yang mengenal Pak Badu terheran-heran. “Dia itu siapa, kok, berani-beraninya bicara begitu kepada orang tua yang sangat disegani itu.” Temannya yang lain berkomentar, “Kasihan betul Badu ini, dia sudah tidak kenal lagi siapa dirinya.”</p>
<p><strong>Kenyataan dan Asumsi</strong></p>
<p>Mengapa orang bisa seperti itu? Mengapa harus membohong terus? Mungkin mereka dan bahkan kita sendiri mencoba tampil seperti yang kita kira bagus, tapi sebetulnya tidak sesuai dengan kenyataan diri kita.</p>
<p>Lalu, siapa diri kita sebenarnya? Apa yang kita tahu betul tentang diri kita? Apakah kita tahu tentang kelemahan dan kekuatan kita? Dan apa yang kita kira kita tahu tentang diri sendiri itu lantas terbukti atau sesuai dengan kenyataan? Kalau itu kelebihan, apakah orang lain juga mengakuinya? Dan kalau itu kita kira sebagai kekurangan, apakah orang lain juga mengakui itu kekurangan kita?</p>
<p>Semakin mendekati jarak antara kenyataan dengan apa yang kita asumsikan tentang diri kita, itu berarti baik karena kita mengenal diri sendiri. Begitu pula sebaliknya. Semakin jauh jarak antara kenyatan dengan apa yang kita perkirakan tentang diri sendiri, artinya buruk sekali pengenalan diri kita.</p>
<p>Apa akibatnya jika orang tidak kenal dirinya, sehingga jarak antara asumsi dan kenyataan tentang diri sendiri begitu jauh? Tak bisa lain, orang itu harus terus berusaha mengingkari kenyataan tentang dirinya.  Barangkali dalam kenyataan sehari-hari muncul dan sering kita temui dalam bentuk <em>over compensation</em>, membual, melebih-lebihkan, atau bahkan mengecilkan orang lain untuk meninggikan diri sendiri, berbohong dan seterusnya jika merasa dirinya paling hebat. Ia tidak berpijak pada kenyataan, sehingga dalam bekerja biasanya hanya omong doang.</p>
<p>Begitu pula sebaliknya orang yang mengira diri sendiri negatif, akan sangat minder, menarik diri dari pergaulan, mengurung diri, tidak mau melakukan apa pun. “Apalah artinya saya, siapa yang mau mendengarkan saya,” adalah contoh ungkapan yang sering diucapkan orang dengan persepsi diri negatif. Orang ini sebetulnya sangat tertekan pada kelemahan dirinya.</p>
<p>Baik yang menilai dirinya terlalu tinggi maupun terlalu rendah, keduanya tidak sesuai kenyataan dan itu berarti jelek. Hal ini secara mental atau psikologis tidak sehat. Orang yang selalu pakai kedok akan capek, lalu memberikan stres yang besar pada diri sendiri.</p>
<p><strong>Solusi</strong></p>
<p>Dalam psikologi ada konsep yang disebut Johari Window atau Jendela Johari, yang menggambarkan pengenalan diri kita. Ada empat jendela dalam Jendela Johari.</p>
<p>(1) Jendela terbuka. Hal-hal yang kita tahu tentang diri sendiri, tapi orang lain pun tahu. Misalnya keadaan fisik, profesi, asal daerah, dan lain-lain.</p>
<p>(2) Jendela tertutup. Hal-hal mengenai diri kita yang kita tahu tapi orang lain tidak tahu. Misalnya isi perasaan, pendapat, kebiasaan tidur, dan sebagainya.</p>
<p>(3) Jendela buta. Hal-hal yang kita tidak tahu tentang diri sendiri, tapi orang lain tahu. Misalnya hal-hal yang bernilai positif dan negatif pada kepribadian kita.</p>
<p>(4) Jendela gelap. Hal-hal mengenai diri kita, tapi kita sendiri maupun orang lain tidak tahu. Ini adalah wilayah misteri dalam kehidupan.</p>
<p>Semakin besar daerah/jendela terbuka kita akan semakin baik, karena berarti kita mengenal diri secara baik. Orang yang memiliki daerah tertutup lebih besar akan mengalami kesulitan dalam pergaulan.</p>
<p>Adapun mereka yang memiliki daerah buta sangat besar, bisanya akan membuat orang lain merasa kasihan.    Kepada orang yang kita kenal dekat, jendela itu harus dibuka semakin besar, juga bila kita ingin bekerjasama dengan orang lain.</p>
<p>Bagaimana membuka jendela? Bagaimana kita bisa kenal diri sendiri? Bagaimana kita memiliki jendela terbuka yang semakin besar?</p>
<p>1. Bersedia menerima umpan balik, secara verbal maupun non-verbal.</p>
<p>a. Bersedialah untuk menerima kritik, saran dan pendapat dari orang lain tentang diri kita. Kalau ada orang yang memberikan kritik sangat pedas, ada baiknya dikaji. Jika merasa tidak benar, tanyakan, mengapa dia mengungkapkan hal itu, cari klarifikasi, dan bukan membalas menghajarnya atau mengkritik balik. Kritik adalah bentuk umpan balik yang berisi informasi negatif tentang diri kita, yang mungkin kita anggap kelemahan. Harusnya kritik itu berisi saran, karena kritik itu berarti menunjukkan kesalahan dan harus bisa memberitahu bagaimana jalan keluarnya</p>
<p>b. Kita juga harus mau lebih membuka diri. Ungkapkan kalau ada uneg-uneg, kekesalan, kejengkelan dan sebagainya. Bisa lisan bisa tertulis harus diungkapkan terus terang. Bisa juga kita membuka  kekuatan atau kelemahan diri kita,dibagi kalau berupa kekuatan. Ini cara supaya orang lain lebih mengenali diri kita, dan kita pun makin tahu tentang diri sendiri. Kita tidak mungkin mengenali diri sendiri hanya dari muka cermin, tapi juga melalui orang lain supaya kita mendapat gema atau echo dari orang lain.</p>
<p>2. Bagaimana cara kita membuka diri? Banyak bergaul, berteman baik, memperluas hubungan interpersonal dan berkomunikasi. Dengan cara ini kita akan mendapat masukan dari banyak orang. Semakin luas pergaulan akan mendapat masukan lebih banyak mengenai diri kita.</p>
<p>Sumber: Gaya Hidup Sehat</p>
<br />Posted in Tafakur  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/defatimah.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/defatimah.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/defatimah.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/defatimah.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/defatimah.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/defatimah.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/defatimah.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/defatimah.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/defatimah.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/defatimah.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/defatimah.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/defatimah.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/defatimah.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/defatimah.wordpress.com/19/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=defatimah.wordpress.com&amp;blog=6422038&amp;post=19&amp;subd=defatimah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://defatimah.wordpress.com/2009/02/13/benarkah-kita-sudah-mengenal-diri-sendiri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7bc9ba1a947df334a0b9f30a2ff47c71?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">defatimah2009</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://defatimah.files.wordpress.com/2009/02/magical-weave-mirror.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">magical-weave-mirror</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ya Rabbi, kasihanilah kelemahanku</title>
		<link>http://defatimah.wordpress.com/2009/02/02/ya-rabbi-kasihanilah-kelemahanku/</link>
		<comments>http://defatimah.wordpress.com/2009/02/02/ya-rabbi-kasihanilah-kelemahanku/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Feb 2009 18:56:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ima Fatimah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan & Doa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://defatimah.wordpress.com/?p=13</guid>
		<description><![CDATA[Illahi Rabbi, siapa lagi bagiku selain Engku yang kumohon agar melepaskan deritaku dan memperhatikan urusanku Illahi Pelindungku, akankah Kau tetapkan hukuman padaku kala kuikuti hawa nafsuku? Dan ketidakwaspadaanku terhadap tipuan musuhku? Hingga kuterbujuk oleh (selera) nafsuku Dan terlena dalam buaian birahiku Lalu kulanggar sebagin peraturan-peraturan yang Kau tetapkan bagiku Dan kulanggar sebagian perintah-perintah-Mu Cukup sudah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=defatimah.wordpress.com&amp;blog=6422038&amp;post=13&amp;subd=defatimah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="size-medium wp-image-32 alignleft" style="margin-top:5px;margin-bottom:5px;" title="1_540495816l" src="http://defatimah.files.wordpress.com/2009/02/1_540495816l.jpg?w=160&#038;h=189" alt="1_540495816l" width="160" height="189" />Illahi Rabbi, siapa lagi bagiku selain Engku yang kumohon agar melepaskan deritaku dan memperhatikan urusanku</p>
<p>Illahi Pelindungku, akankah Kau tetapkan hukuman padaku kala kuikuti hawa nafsuku?</p>
<p>Dan ketidakwaspadaanku terhadap tipuan musuhku?</p>
<p>Hingga kuterbujuk oleh (selera) nafsuku<br />
<span id="more-13"></span>Dan terlena dalam buaian birahiku</p>
<p>Lalu kulanggar sebagin peraturan-peraturan yang Kau tetapkan bagiku</p>
<p>Dan kulanggar sebagian perintah-perintah-Mu</p>
<p>Cukup sudah bagi-Mu dalih (dalam menjatuhkan hukuman) padaku atas semua kelakuanku itu</p>
<p>Dan tiada alasan bagiku (menolak) hukuman yang akan Kau jatuhkan padaku atas semua ulahku itu (demikian pula) atas hukum dan bencana yang harus menimpaku</p>
<p>Kini aku datang menghadap kepada-Mu, ya Illahi setelah semua kecerobohan dan pelanggaranku atas diriku</p>
<p>Memohon maaf, mengungkapkan penyesalan dengan hati luluh</p>
<p>Merasa jera, mengharap ampunan menginsafi kesalahan</p>
<p>Mengakui kelalaian, menyadari kecerobohan menginsafi kesalahan</p>
<p>Tiada kutemui tempat melarikan diri, dari (dosa-dosa) yang telah kulakukan dan tiada tempat berlindung agar kuterlepas dari segala noda dan beban melainkan Kau kabulkan permohonan ampunanku dan memasukkan daku ke dalam lautan kasih-Mu</p>
<p>Ya Allah, terimalah alasan (pengakuan) ku ini</p>
<p>Dan kasihanilah beratnya kepedihanku</p>
<p>Dan bebaskanlah daku dari kekuatan belengguku</p>
<p>Ya Rabbi, kasihanilah kelemahan tubuhku</p>
<p>Kelembutan kulitku dan kerapuhan tulangku</p>
<br />Posted in Renungan &amp; Doa  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/defatimah.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/defatimah.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/defatimah.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/defatimah.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/defatimah.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/defatimah.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/defatimah.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/defatimah.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/defatimah.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/defatimah.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/defatimah.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/defatimah.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/defatimah.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/defatimah.wordpress.com/13/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=defatimah.wordpress.com&amp;blog=6422038&amp;post=13&amp;subd=defatimah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://defatimah.wordpress.com/2009/02/02/ya-rabbi-kasihanilah-kelemahanku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7bc9ba1a947df334a0b9f30a2ff47c71?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">defatimah2009</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://defatimah.files.wordpress.com/2009/02/1_540495816l.jpg?w=252" medium="image">
			<media:title type="html">1_540495816l</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
